Thursday, January 4, 2007

Papan Iklan Jalan Gejayan

Aku pengen share uneg-uneg soal papan iklan (billboard/neon sign/spanduk/baliho, dsb.) yang bergentayangan di jalanan kota Yogya. Dalam 2 tahun terakhir sejak aku tinggal di kota kelahiranku ini, aku mengamati banyak terjadi perubahan. Perhatiin deh..papan-papan iklan yang bertebaran di Yogya makin semrawut, tidak ada estetika dalam tata letaknya. Padahal materi iklannya bagus-bagus loh..(kreatif, menggelitik dan kena sasaran). Kalo Yogya diumpamakan sebagai seorang wanita..maunya bersolek, tapi koq jadinya...clemongan ! (maaf pak Walikota), make-upnya tumpuk-menumpuk dan ga' rata lagi...

Karena kenyataan yang ada. papan papan iklan tersebut waton guede..waton magrong-magrong di tempat strategis. Kibatnya...papan-papan tersebut berdesakan nggak keruan (tepatnya gak kebaca!) karena masing-masing punya kepentingan "menjual diri". Mereka juga tidak memikirkan efek lain, bahwa jalan-jalan di kota Yogya itu relatif tidak selebar jalan-jalan di kota besar. Maksudnya..jarak pandang kita terhadap papan iklan di jalan yang lebar akan lebih enak (leluasa mencerna info/promo yang ditawarkan) di banding kalo papan tersebut berada di jalan yang lebih sempit. Ambil contoh di sepanjang Jl. Gejayan yang tidak lebar itu. Baru aja keluar rumah, kita udah dihadang dengan papan iklan yang besarnya lebih gede dari ukuran manusia. Bukan cuma satu..tapi buanyaak! Silauw..man!! Apa ga' sakit mata tuh? Makin stress aja, karena jarang pepohonan, malah berpayung terik matahari. Wuaduuhh!!...Sepanjang Gejayan itu, toko-toko cellular n distro bejibun. Mereka seolah-olah berlomba-lomba promosi dengan menonjolkan papan_papan usahanya. Ya wajarlah, namanya juga wong dagang,..promosi wajib hukumnya ! Tapi sayang tidak tertata secara apik dan harmonis letaknya, seolah, "Nama toko gue kudu lebih terlihat kinclong daripada toko eloe !!" (Ambil contoh selular Bi-got! dan sekitarnya, waton maju karepe dhewe).

Pernah ya aku pingin cari sesuatu di toko tertentu di Gejayan itu. Wah, puyeng hampir nggak ketemu karena ancer-ancer (tanda) agak ribet, hampir sama papan tokonya. AKu kurang paham, siapa sih yang berwenang atau setidaknya yang memikirkan tata ruang papan iklan itu ? Terutama papan nama toko seperti di Gejayan itu? Pemda? Walikota? Setahuku Pemda hanya memberi ijin usaha aja, soal pasang nama sebesar apapun terserah pemilik toko. Lha, kalo emang Pemda juga udah ngatur itu, pasti gak ada lagi nama-nama toko yang bervariasi sebanyak itu.

Mungkin kalau untuk billboard jalan yang berukuran rata-rata 4x6 m atau 4x8 m dan spanduk-spanduk event, sudah ditentukan titik-titiknya oleh Pemda. Tetapi apakah mereka mikirin/ mengaitkan juga dengan komposisi atawa keselarasan jalan Geayan yang sempit itu ? Rasanya melintas dibawah "pepohonan" billboard dan hiruk-pikuk papan nama toko-toko gejayan membuat perasaaan menjadi was-was. Bayangin kalau ada gempa lagi, nah loh!

Coba bandingin en perhatiin deh..kalo temen-temen iseng ngukur jalan jalan sepanjang Jl. Gejayan, Jl. Solo, Jl. Kaliurang aja (ga perlu jauh ke Malioboro) pasti kerasa bedanya kan?Di Gejayan, porsi papan-papan iklan dengan jalannya tidak proposional. Njomplang gitu! Yo wis..yo wis..gini aja, pingin nih ada dari temen-temen nyumbang ide dalam bentuk tulisan, skripsi bahkan disertasi untuk membahas soal belantara papan iklan yang bin ruwet kota tercinta ini. Sapa tau sumbangan pikiran anda itu dapat diwujudkan oleh pak walikota yang berarti turut membantu Yogya kembali bersolek cantik serasi, ora meblok-meblok maneh! Jadi banyak yang naksir!!

Btw, mumpung ngomongin soal papan iklan/promosi aku juga mau hallo hallo aah wia media ini..sapa tau kami yang anda cari...(halah!). Bagi temen-temen yang pengin refreshing sambil belajar or ngembangin potensi diri, mengasah kreativitas, ikutan yuk kelas hobi gambar dan keramik (drawing & clay class) di daerah Sagan Baru Yogya. Bagi yang berminat (anak & dewasa) silahkan sms aja ke hp. 08129917972, ntar aku sms balik info detailnya.

-Prilla.