Wednesday, November 21, 2007

Eltigo di Yogya Fair JEC (Jogja Expo Center) 2007












Bermain tanah liat adalah salah satu bentuk terapi jiwa untuk melatih kesabaran, konsentrasi & motorik halus....




Hyuuuk ekspresikan kreativitasmu!


BERMAIN TANAH LIAT


di Yogya Fair JEC (Jogja Expo Center) 2007


24 November-2 Desember 2007


Setiap Sabtu dan Minggu


Pk. 11.00 s/d 13.00 dan pk. 15.00 s/d 17.00




Hanya 20rb/orang




Ikut! Ikut!

Monday, July 16, 2007

Drawing Spider-Man



Menggambar bukan sesuatu yang sulit. Kalau anda kesulitan, dan mudah putus asa, coba gambarlah sesuatu yang anda sukai. Spider-Man, superhero yang lagi beken misalnya. Atau apa saja. Melihat orang yang menggambar dengan mudah tentu mengundang rasa penasaran.

Menggambar memang tak dikuasai seketika. Perlu latihan dan kesabaran menggoreskan pensil sesuai keinginan kita, tapi dengan sedikit trik menggabungkan bangun-bangun sederhana seperti bola, silinder dan lain-lain, waw, kita bisa punya gambar yang layak dibanggakan :).

Practice make perfect.


by -tito

Friday, July 13, 2007

Drawing Class

Image Hosted by ImageShack.us

Kunjungi Stand Eltigo Tex-Craft

Kunjungi stand Eltigo di TexCraft-JEC, Hall C,
Jogjakarta, 11-15 Juli 2007
pukul 09.00-21.00

membuka acara bermain clay, hanya Rp. 15.000 / anak.

Tuesday, July 3, 2007

Liburan Gini Enaknya Ngapain, Ya??

Liburan gini enaknya ngapain ya???



“Hai Sisi, lagi ngapain nih?” Ee, ga tau nih San. Padahal sekarang lagi liburan sekolah tapi nggak ada kerjaan nih. Bosen banget! Pengen jalan-jalan ke mall tapi uang saku habis. Ortu juga lagi sibuk, jadinya nggak bisa di ajak rekreasi. Uh, bete! Bantuin aku dong Santi… “Hm, susah juga ya. Eh Si, gimana kalau kita cari kegiatan yang bermanfaat dan bisa mengembangkan kreativitas kita aja.” Kegiatan apa, San? “Keramik.” Hah???



Yup, inilah gambaran anak-anak zaman sekarang yang sering kebingungan mencari kegiatan di saat liburan sekolah. Kadang orang tua juga kurang menyadari kesuntukan mereka dan tidak pernah memberi inisiatif kegiatan yang positif sehingga anak biasanya akan lari ke kegiatan yang kurang bermanfaat bagi mereka maupun bagi orang lain. Dan di saat mereka dihadapkan pada alternatif kegiatan yang bisa dilakukan seperti; keramik, gambar atau kegiatan yang berhubungan dengan alam (misal, naik gunung), rasanya mereka mendengar kata yang sangat asing dan reaksi yang biasa mereka katakan adalah “malas” atau “merasa tidak mampu melakukannya”. Biasanya alasan-alasan tersebut mengacu pada ketidaktertarikan anak terhadap kegiatan semacam itu.
Banyak sekali ciri-ciri anak zaman sekarang yang perlu menjadi perhatian orang tua, antara lain :


  • Semua ingin serba cepat (instant). Ini dipicu oleh semakin berkembangnya teknologi yang membuat semuanya menjadi serba praktis dan bisa meminimalkan tenaga yang dikeluarkan. Salah satu kelemahan dari teknologi adalah cenderung membuat orang menjadi malas.

  • Bergaya hidup konsumtif, karena pengaruh lingkungan atau tidak adanya wadah atau kegiatan yang dapat mengembangkan kreativitas atau hobi anak-anak.

  • Tidak sabaran

  • Saat liburan tidak dimanfaatkan secara optimal (tidak tahu harus ngapain), misalnya: jalan-jalan ke mall tanpa tujuan (habis uang dan waktu) atau nonton TV seharian (yang seharusnya tidak boleh di tonton akhirnya “ter” tonton) sehingga secara tidak langsung badan menjadi cepat cape!



Terapi Jiwa


Setelah kita mengetahui ciri-ciri tersebut, hendaknya orang tua bisa lebih sensitif terhadap keadaan anak dan lebih selektif dalam memperkenalkan kegiatan yang positif tanpa ada unsur memaksa anak.


Oleh karena itu, eltigo ingin memperkenalkan kepada adik-adik dan para orang tua, sebuah kegiatan yang sangat asyik untuk diikuti dan sebagai wadah untuk mengembangkan berbagai aspek dari anak yang biasa kami sebut sebagai terapi jiwa dengan menggunakan media tanah liat (clay).


Bermain dengan tanah liat adalah salah satu bentuk terapi jiwa yang berguna untuk melatih kesabaran, konsentrasi, dan motorik halus. Selain itu juga untuk mengasah kreativitas dan juga menggali potensi diri, dan secara tidak langsung kita belajar mengenal dan menghargai benda-benda serta alam sekitar yang merupakan ciptaan Tuhan, melalui buah karya sendiri.

-astri

Wednesday, June 27, 2007

Watercolor Art Class

Image Hosted by ImageShack.us

Gimana caranya join?

Paket 8 X pertemuan water color
cuma 400 ribu rupiah, tinggal datang.
Kalo pingin jalan2 ke tempat seniman
water color yaa tambah 50 ribu lagi....


Mau tau contoh karya Mas tutornya? ini nih...

Eltigo mempersembahkan lukisan-lukisan karya Kak Gugun...


Macan (gaya semi realis)

Pohon Pinus (Chinese Style)

Semacam Pohon Pete! (Chinese Style)

Pohon Bambu (Chinese Style)

Little Girl (gaya realis)

Bumbu-bumbu (gaya realis)

Jalan di antara pepohonan (gaya naturalis)

Drawing on Clay Class

Image Hosted by ImageShack.us
Untuk clay class :
Paket 9 x pertemuan(bakar glasir), biaya
nya 450 ribu rph.Kalo pingin jalan2 ke
sentra keramik juga, tinggal tambah 50
ribu rph lagi koq..! (min.3 org).Nha kalo
Paket 6 x pertemuan itu, hasil karya
dari gerabah,dibakar jadi biskuit trus
diwarnai suka-suka dg. cat sande, ampe
keren punya.Biayanya cuma 250 ribu
rph/orang...! (min,3 org).Wah, kalo
paket 1 x pertemuan sih bisa banyakan.
Rame2 ngecat biskuit2 yg udh jadi/ada.
Ekspresikan warnamu! Biaya murah 85
ribu rph aja/org.. tapi min. 5 org yaa..!
Oya.. biskuit itu, hasil bakaran keramik
(tanah liat/gerabah) pertama, sebelum
di glasir/di cat, gituu..!

Saturday, June 23, 2007

Foto Clay Class




Whuii..ini foto-foto clayclassnya. Pokoknya tanah liat bisa dibentuk sesukanya, lalu ditunggu dulu sampai kering, nanti setelah kering kita bisa mewarnainya dengan cat glasir, trus masuk oven. Tadaaa...

Monday, June 11, 2007

"Drawing on Clay" Class

ELTIGO buka kelas baru, DRAWING on CLAY CLASS.

Kelas A: 6x datang, 2 jam/hari, Rp. 250.000/ orang.
Kelas B: 1x datang, 3 jam/hari, Rp. 85.000/orang.

Tempat : ELTIGO Clay & Drawing Class Jl. Sagan Baru III/5 Yogyakarta
Pukul 14.30-16.30
Hubungi Prila: 08129917972

Thursday, January 4, 2007

Papan Iklan Jalan Gejayan

Aku pengen share uneg-uneg soal papan iklan (billboard/neon sign/spanduk/baliho, dsb.) yang bergentayangan di jalanan kota Yogya. Dalam 2 tahun terakhir sejak aku tinggal di kota kelahiranku ini, aku mengamati banyak terjadi perubahan. Perhatiin deh..papan-papan iklan yang bertebaran di Yogya makin semrawut, tidak ada estetika dalam tata letaknya. Padahal materi iklannya bagus-bagus loh..(kreatif, menggelitik dan kena sasaran). Kalo Yogya diumpamakan sebagai seorang wanita..maunya bersolek, tapi koq jadinya...clemongan ! (maaf pak Walikota), make-upnya tumpuk-menumpuk dan ga' rata lagi...

Karena kenyataan yang ada. papan papan iklan tersebut waton guede..waton magrong-magrong di tempat strategis. Kibatnya...papan-papan tersebut berdesakan nggak keruan (tepatnya gak kebaca!) karena masing-masing punya kepentingan "menjual diri". Mereka juga tidak memikirkan efek lain, bahwa jalan-jalan di kota Yogya itu relatif tidak selebar jalan-jalan di kota besar. Maksudnya..jarak pandang kita terhadap papan iklan di jalan yang lebar akan lebih enak (leluasa mencerna info/promo yang ditawarkan) di banding kalo papan tersebut berada di jalan yang lebih sempit. Ambil contoh di sepanjang Jl. Gejayan yang tidak lebar itu. Baru aja keluar rumah, kita udah dihadang dengan papan iklan yang besarnya lebih gede dari ukuran manusia. Bukan cuma satu..tapi buanyaak! Silauw..man!! Apa ga' sakit mata tuh? Makin stress aja, karena jarang pepohonan, malah berpayung terik matahari. Wuaduuhh!!...Sepanjang Gejayan itu, toko-toko cellular n distro bejibun. Mereka seolah-olah berlomba-lomba promosi dengan menonjolkan papan_papan usahanya. Ya wajarlah, namanya juga wong dagang,..promosi wajib hukumnya ! Tapi sayang tidak tertata secara apik dan harmonis letaknya, seolah, "Nama toko gue kudu lebih terlihat kinclong daripada toko eloe !!" (Ambil contoh selular Bi-got! dan sekitarnya, waton maju karepe dhewe).

Pernah ya aku pingin cari sesuatu di toko tertentu di Gejayan itu. Wah, puyeng hampir nggak ketemu karena ancer-ancer (tanda) agak ribet, hampir sama papan tokonya. AKu kurang paham, siapa sih yang berwenang atau setidaknya yang memikirkan tata ruang papan iklan itu ? Terutama papan nama toko seperti di Gejayan itu? Pemda? Walikota? Setahuku Pemda hanya memberi ijin usaha aja, soal pasang nama sebesar apapun terserah pemilik toko. Lha, kalo emang Pemda juga udah ngatur itu, pasti gak ada lagi nama-nama toko yang bervariasi sebanyak itu.

Mungkin kalau untuk billboard jalan yang berukuran rata-rata 4x6 m atau 4x8 m dan spanduk-spanduk event, sudah ditentukan titik-titiknya oleh Pemda. Tetapi apakah mereka mikirin/ mengaitkan juga dengan komposisi atawa keselarasan jalan Geayan yang sempit itu ? Rasanya melintas dibawah "pepohonan" billboard dan hiruk-pikuk papan nama toko-toko gejayan membuat perasaaan menjadi was-was. Bayangin kalau ada gempa lagi, nah loh!

Coba bandingin en perhatiin deh..kalo temen-temen iseng ngukur jalan jalan sepanjang Jl. Gejayan, Jl. Solo, Jl. Kaliurang aja (ga perlu jauh ke Malioboro) pasti kerasa bedanya kan?Di Gejayan, porsi papan-papan iklan dengan jalannya tidak proposional. Njomplang gitu! Yo wis..yo wis..gini aja, pingin nih ada dari temen-temen nyumbang ide dalam bentuk tulisan, skripsi bahkan disertasi untuk membahas soal belantara papan iklan yang bin ruwet kota tercinta ini. Sapa tau sumbangan pikiran anda itu dapat diwujudkan oleh pak walikota yang berarti turut membantu Yogya kembali bersolek cantik serasi, ora meblok-meblok maneh! Jadi banyak yang naksir!!

Btw, mumpung ngomongin soal papan iklan/promosi aku juga mau hallo hallo aah wia media ini..sapa tau kami yang anda cari...(halah!). Bagi temen-temen yang pengin refreshing sambil belajar or ngembangin potensi diri, mengasah kreativitas, ikutan yuk kelas hobi gambar dan keramik (drawing & clay class) di daerah Sagan Baru Yogya. Bagi yang berminat (anak & dewasa) silahkan sms aja ke hp. 08129917972, ntar aku sms balik info detailnya.

-Prilla.